KEGIATAN PELANTIKAN ADAT, RAPAT KERJA DAN UPGRADING (PRU) 2026
Kegiatan Pelantikan Adat, Rapat Kerja, dan Upgarding (PRU) yang dilaksanakan oleh Dewan Racana Pandega La Patau Matanna Tikka Gudep Bone 22.045 dan Dewan Racana Pandega We Bataritoja Gudep Bone 22.046 Pangkalan IAIN Bone.
Gerakan pramuka merupakan salah satu Lembaga pendidikan non-formal sebagai wadah pembinaan pengembangan sumber daya manusia khususnya pada generasi muda supaya menjadi manusia yang berkarakter, bermoral, bermentalkuat, berjiwa sosial tinggi, berbudi pekerti luhur tinggi, kreatif dalam berkarya, dan berbakti sesuai dengan keyakinan agamanya, sehingga dapat bermanfaat bagi orang lain terutama masyarakat pada umumnya yang didasarkan atas kesukarelaan, tidak berpolitik, dan terbuka bagi semua orang. Oleh karena itu, kegiatan yang akan dilaksanakan dengan arahan untuk meningkatkan Tri Bina, yakni Bina Diri, Bina Satuan, dan Bina Masyarakat. Dengan muatan tersebut diharapkan para pandega di Perguruan Tinggi mempunyai nilai plus yang berorientasi pada pengembangan diri, pengabdian, dan pembangunan masyarakat.
Motto Gerakan Pramuka selalu menjadi nafas dalam setiap langkah kami. Nilai pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat, serta semboyan Ikhlas Bakti, Bina Diri, Abdi Islami bukan sekadar rangkaian kata, melainkan pijakan yang kami pegang erat dalam setiap proses berorganisasi. Berangkat dari semangat itulah, kami anggota Racana Al-Balad Gugus Depan 22.045–22.046 Pangkalan IAIN Bone melaksanakan kegiatan tahunan bertajuk Pelantikan Adat, Rapat Kerja, dan Upgrading (PRU) dengan tema “Revitalisasi Racana Al-Balad Menuju Kepengurusan yang Progresif dan Inovatif.”
Pelantikan Adat: Sakral, Khidmat, dan Penuh Makna
Tanggal 13 Februari 2026 menjadi hari yang penuh kesan. Bertempat di Gedung Guru Indonesia, kegiatan Pelantikan Adat berlangsung dengan khidmat dan sarat makna yang dihadiri oleh para Pembina Racana, Dewan Kehormatan Racana, Dewan Racana, serta seluruh anggota Racana Al-Balad.
Sambutan dan beberapa arahan secara resmi oleh Kak Dr. Sultan Hasanuddin, S.Pd.I., M.Pd.I selaku Pembina Gudep 22.045, dan dilanjutkan dibuka secara resmi oleh Kak Dr. Azizah Aziz., S.HI., M.HI. selaku Pembina Gudep 22. 046.
Upgrading: Mengasah Kapasitas, Menguatkan Kompetensi
Setelah pelantikan adat, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi Upgrading. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama untuk membedah Standar Kompetensi Jabatan (SKJ) serta memperkuat kapasitas kepengurusan.
Beberapa materi yang diberikan antara lain:
1. Manajemen Organisasi oleh Kak Dr. Sultan Hasanuddin, S.Pd.I., M.Pd.I
2. Etika dalam Berorganisasi oleh Kak Dr. Azizah Aziz., S.HI., M.HI
3. Problem Solving oleh Kak Dr. Idrus L., S.Pd.I., M.Pd
Materi-materi tersebut mungkin terdengar umum, tetapi justru di situlah letak pentingnya. Mengulang bukan berarti tidak berkembang. Setiap pemateri membawa sudut pandang dan pengalaman berbeda yang membuka wawasan baru bagi kami. Dari diskusi hingga sesi tanya jawab, kami belajar bahwa organisasi bukan hanya tentang program kerja, melainkan tentang bagaimana mengelola manusia, komunikasi, dan konflik dengan bijak.
Rapat Kerja: Menentukan Arah Kapal Racana
Keesokan harinya, 14 Februari 2026, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Kerja yang masih bertempat di Gedung Guru Indonesia dan Gedung Perkuliahan. Dewan Kehormatan, Dewan Racana, serta anggota berkumpul untuk merumuskan program kerja satu periode ke depan.
Rapat kerja bukan sekadar forum formal, tetapi ruang diskusi yang hidup. Setiap gagasan disampaikan, dipertimbangkan, dan disepakati bersama. Di sinilah arah “kapal Racana" ditentukan ke mana akan berlayar dan bagaimana caranya agar tetap kokoh menghadapi tantangan.
Kak Muh. Rezki Prasetyo selaku Ketua Dewan Racana La Patau Matanna Tikka, menyampaikan bahwa kegiatan PRU menjadi langkah awal kepengurusan periode ini. Pelantikan adat bukan sekadar seremoni, melainkan momen sakral yang menandai kesiapan pengurus untuk mengemban amanah dengan tanggung jawab. Upgrading menjadi ruang peningkatan kapasitas bersama pembina, sementara rapat kerja menetapkan arah organisasi ke depan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh reka kerja dan berharap semangat kebersamaan terus terjaga hingga akhir periode.
Kakak Iffa Afifah selaku Ketua Dewan Racana We Bataritoja, menyampaikan bahwa PRU merupakan awal perjalanan kepengurusan yang tidak hanya bersifat rutin, tetapi sebagai ruang pembinaan karakter dan penentu arah Racana. Pelantikan adat menjadi simbol komitmen, upgrading sebagai wadah peningkatan kualitas diri, dan rapat kerja sebagai forum merancang program terbaik. Ia berharap semangat pengabdian tetap terjaga hingga akhir masa bakti.
PRU 2026 bukan hanya agenda tahunan, melainkan proses pembelajaran kolektif. Di dalamnya ada kerja sama, pengorbanan waktu, dan dedikasi dari para reka kerja, pengurus, pembina, serta seluruh anggota yang terlibat.
Semoga kepengurusan masa bakti 2026/2027 mampu menghadirkan inovasi, menjaga solidaritas, serta menjadikan Racana Al-Balad semakin progresif dan bermanfaat, tidak hanya bagi anggota, tetapi juga bagi kampus dan masyarakat luas.
Karena pada akhirnya, Racana bukan sekadar organisasi. Ia adalah ruang tumbuh, ruang belajar, dan rumah bagi setiap anggotanya.







Komentar
Posting Komentar